KOTAMOBAGO – Alhamdulillah, tim qurban HASENE-IZI untuk Sulawesi Utara akhirnya sampai juga ke Kotamobago, Sulawesi Utara, Minggu 11 September 2016. Tim ini sejatinya merupakan salah satu tim kurban HASENE-IZI yang kurban tahun ini dilakukan oleh 4 tim di 5 titik di Indonesia Timur.

HASENE sendiri merupakan komunitas Muslim di Eropa yang atas dasar kemanusiaan mengumpulkan keping demi keping uang dari sejumlah orang-orang Islam di sana untuk dibelikan hewan qurban dan dikelola di berbagai tempat sesuai usulan para pequrban di sana. Tahun ini salah satu yang mereka pilih berlokasi di Indonesia.
“Di Indonesia mereka menggandeng LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) untuk menjadi partner lokal dalam melakukan distribusi kurban mereka. IZI sendiri sebenarnya tahun ini tidak menggalang kurban, namun sebagai pihak yang dipercaya HASENE untuk mengelola qurban mereka, IZI secara profesional tetap membantu mereka,” kata Nana Sudiana, Direktur Pendayagunaan IZI yang ikut bersama mendampingi Tim Qurban HASENE.
Kerjasama HASENE dengan IZI sebenarnya bukan hal baru, karena ramadhan yang lalu pun mereka mempercayakan sebagian donasinya ke Indonesia melalui IZI dalam bentuk distribusi paket ramadhan.

Untuk kurban kali ini, HASENE dan IZI mendistribusikan hewan qurbannya ke 5 titik yaitu: Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua. Untuk memastikan seluruh rencana distribusi ini berjalan dengan baik, HASENE juga mengutus sejumlah relawannya untuk berpartisipasi dalam pengelolaan hewan kurban di lokasi-lokasi yang sudah ditetapkan.

Dalam pendistribusiannya, IZI membentuk 4 tim. Tim Alfa dipimpin Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayana yang bertugas untuk distribusi di area Sulawesi Selatan dan Papua. Tim Beta dipimpin Direktur Kemitraan IZI, Rully Barlian Thamrin untuk distribusi di area Gorontalo. Tim Charlie dipimpin Direktur Pendayagunaan IZI, Nana Sudiana untuk distribusi di area Sulawesi Utara. Dan Tim Delta dipimpin Mohamad Yusuf, untuk distribusi area Maluku.

“Keempat tim ini bergerak hampir bersamaan ke titik yang dituju pada Minggu pagi, 11 September 2016. Tim ini selain mengawal proses pendistribusian dengan baik, sekaligus melakukan mapping kondisi sosial di daerah-daerah yang menjadi titik distribusi qurban,” kata Nana.

Untuk IZI, lanjut Nana, jelas ibarat sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Selain mendistribusikan kurban, kami juga akan dapat peta sosial di daerah-daerah yang IZI belum punya datanya.

“Keempat tim hampir bersamaan sampai ke lokasi masing-masing pada Minggu malam. Setelah berkoordinasi dengan tim lokal, anggota tim istirahat untuk mempersiapkan pelaksanaan agenda besoknya,” pungkas Nana. (ns/izi/mt-r)